Kelanjutan Sport Centre Sumenep Bakal Andalkan APBN

  • Whatsapp

KM SPORT | Kelanjutan pembangunan Sport Centre di Desa Gunggung Kecamatan Batuan hingga saat ini masih belum ada kejelasan. Pembangunan yang sudah dikerjakan pada tahun 2018 lalu itu akan segera dilanjutkan.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Syaifiddin Anshari mengaku sudah ada petunjuk dari bupati terkait  kelanjutan pembangunan sport center. Namun setelah itu masih belum ada petunjuk lanjutan terkait teknis maupun penganggarannya.

Bacaan Lainnya

“Hingga saat ini masih belum ada kejelasan mengenai pembangunan sport centre. Menunggu petunjuk dari bupati lagi,” katanya, Minggu (23/5/2021).

Dia menjelaskan, setelah surat dari Bupati Sumenep Nomor 427/408/435.108.4/2021 tentang telaah staf tindak lanjut pembangunan sport centre, Disparbudpora sudah mengupayakan. Tetapi, masih perlu petunjuk lagi dari Bupati Sumenep. Petunjuk yang dimaksud adalah tentang kapan dapat berkunjung pada pemerintah pusat. Sebab, dimungkinkan anggaran berpotensi untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

“Kami saat ini masih sedang pengupayakan,” tandasnya.

Menurutnya, ketika petunjuk itu sudah turun, pihaknya akan segera membuat proposal pada pemerintah pusat untuk segera dilaksnakan. Misalnya, tentang dana dan luasan lahan

“Hal ini sangat penting, mengingat lapangan sport centre sudah dianggarkan sebelumnya,” tandasnya.

Diketahui, kondisi gedung sport centre seluas 7,2 hektar itu saat ini hanya dijadikan tempat pengembala sapi, tempat jemuran, serta tempat lainnya, yang tidak ada kegiatan untuk ditempati olahraga dan latihan lainnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, sport centre sudah menelan anggaran Rp5 miliar. Tentunya perlu ada kepastian tindak lanjut pembangunan. “Sebenarnya masalah sport centre tersebut sudah dilakukan sejak Imam Nahrawi menjadi Menpora. Namun, karena bermasalah maka pembangunan sport centre juga mandek,” ucap dia.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menekankan pada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar tidak putus asa dalam kelanjutan pembangunan tersebut.

“Jadi, mubazirkan dana yang sudah dikeluarkan ternyata tindak lanjutnya tidak ada,” pungkasnya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *