Masa Perawatan, SGB Bersiap Jadi Venue Berkelas Internasional

  • Whatsapp

KM SPORT | Renovasi Stadion Gelora Bangkalan (SGB) yang diusulkan untuk dijadikan sebagai lokasi latihan piala dunia U-20 telah selesai dikerjakan. Namun, hingga enam bulan ke depan stadion tersebut belum bisa digunakan. Sebab, lapangan sepak bola tersebut masih dalam tahap pemeliharaan.  Hal ini diungkapkan Koordinator Kontraktor Nindya Karya SGB Fendy, Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, renovasi tersebut seharusnya selesai bulan April kemarin. Hanya saja, belum sesuai harapan. Sehingga, ada tambahan waktu pengerjaan hingga tanggal 26 Mei kemarin. Ketersediaan tambahan waktu itu, dimanfaatkan seoptimal mungkin. Sehingga, pengerjaan selesai sebelum tanggal yang sudah ditentukan. Sedangkan, masa pemeliharaan berakhir pada bulan November mendatang.

Bacaan Lainnya

Kabar Madura

“Tambahan pengerjaan kegiatan renovasi hanya pada pengecatan luar tembok stadion dan tribun. Meski sudah selesai renovasi, SGB itu masih belum bisa ditempati untuk latihan karena masih ada mas pemeliharaan. Masa pemeliharaan selama 180 hari yakni dengan kegiatan perawatan rumput, pemupukan dan pengambilan gulma-gulma,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mengatakan, masa pemeliharan masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Sehingga, jika ada kerusakan pada hasil renovasi harus dibenahi oleh pihak ketiga. “Jadi masa perawatan ini harus benar-benar dijaga. Oleh karena itu maka kegiatan yang belum selesai masa pemeliharaan jangan dipakai dulu,” ungkapnya.

Dengan selesainya SGB ini juga, dia berharap ke depan kualitas pesepakbola di daerah harus  lebih baik dari sebelumnya. SGB ini bisa dijadikan venue lapangan sepak bola yang representatif baik kelas nasional maupun internasional. “Kami berharap bisa dipakai untuk kelas kompetensi Internasional. Tentunya bisa dilaksanakan dan menimbulkan multiplayer efek yang besar,” responnya.

Diantara multiplayer efek yang besar ini menurutnya, peningkatan ekonomi karena semakin banyak yang menonton. Sebab, hiburan dan hotel akan berkembang. Selain itu, dengan SGB baru ini kuota penonton jauh lebih besar dari sebelumnya dan bisa mendorong pendapatan asli daerah (PAD).  “Kami juga mendorong pemkab bisa menggandeng pihak ketiga jika memang tidak ada anggaran,” tandasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *