Madura United Genjot Persiapan dengan Tetap Antisipasi Kelelahan Pemain

  • Whatsapp

KM SPORT | Madura United mulai geber latihan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan sejak Selasa (10/8/2021) pagi. Peras keringat itu dalam rangka menatap rencana bergulirnya kompetisi Liga 1 2021-2022 yang akan kick-off sejak Jumat (27/8/2021). Jadwal kick-off tersebut buah perubahan dari jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya, Jumat (20/8/2021).

Tak ayal, Manajer Madura United Rahmad Darmawan bersyukur bisa mendapatkan tambahan waktu sepekan untuk mematangkan persiapan. Sebab, tim yang berjuluk Laskar Sape Kerrab ini baru bisa memulai latihan, lantaran terkendala penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Bacaan Lainnya

Lantaran begitu, juru taktik asal Lampung itu memiliki siasat dengan mepetnya waktu persiapan. Dia mendesain, persiapan Madura United dengan pola latihan bergantian sehari dua kali dan sekali. Dia mencontohkan, pada Selasa (10/8/2021), gelar dua kali latihan pagi-sore, baru Rabu (11/8/2021) hanya sekali latihan.

Arsitek yang familiar disapa RD ini menjelaskan, strategi tersebut tidak terlepas guna memperbanyak jumlah latihan agar anak asuhnya lebih siap. Namun di sisi lain, dia tidak ingin Slamet Nurcahyo dan kolega kelelahan yang membuat tidak geber latihan sehari dua kali secara konsisten.

Walaupun terdapat waktu sehari untuk rest recovery, mantan Pelatih Tira Persikabo ini tidak melarang anak asuhnya untuk menambah sendiri seperti nge-gym. Namun, dia hanya mengizinkan pemain tambah porsi latihan bagi yang tidak kelelahan, agar tidak rentan cedera.

“Ini salah satu siasat untuk mempersiapkan tim. Satu sisi menggenjot latihan, tapi di sisi lain kami antisipasi pemain kelelahan agar tidak rentan cedera juga. Percepatan persiapan lah, walaupun sejatinya kurang, namun tetap akan kami maksimalkan waktu yang ada,” kata RD kepada Kabar Madura usai pimpin latihan.

Selain itu, RD kagum terhadap anak asuhnya yang bekerja keras saat libur dan sebatas menerapkan latihan mandiri. Dia melihat hasilnya itu dari kondisi fisik pemain yang tidak terlalu jauh untuk dikembalikan ke performa terbaiknya. (idy/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *